Pendekatan kimia medisinal dalam Menanggulangi Mekanisme Resistensi Antibiotik pada Bakteri Gram-Positif dan Gram-Negatif
DOI:
https://doi.org/10.31004/wolgitj.v1i2.8Keywords:
Resistensi antibiotik , Bakteri gram-positif , Bakteri gram-negatif , Kimia medisinal , Senyawa anti bakteriAbstract
Resistensi antibiotik pada bakteri Gram-positif dan Gram-negatif menjadi tantangan besar dalam pengobatan infeksi. Pengembangan senyawa antibakteri baru yang efektif untuk mengatasi masalah ini sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan kimia medisinal dalam mengatasi resistensi antibiotik pada kedua jenis bakteri tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur dan wawancara dengan ahli kimia medisinal untuk mengidentifikasi senyawa antibakteri yang dapat mengatasi resistensi. Mekanisme resistensi bakteri Gram-positif dan Gram-negatif, seperti produksi enzim β-laktamase dan perubahan membran, dapat diatasi dengan senyawa kimia seperti derivatif imidazol dan tiazol. Senyawa ini efektif untuk mengatasi resistensi pada Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pendekatan kimia medisinal yang menargetkan mekanisme resistensi spesifik dapat membantu mengembangkan terapi antibakteri yang lebih efektif untuk mengatasi bakteri resisten.
Downloads
References
[1]
Amarullah, A., Adzani, F., Sampurno, B., & Sa’adah, A. (2022). Edukasi Resistensi Antibiotik Kepada Masyarakat di Desa Sedenganmijen Krian Sidoarjo. Journal of Community Service (JCS), 1(2), 7–9.
[2]
Anna Yuliana1, Resha Resmawati Shaleha2*, A. P., Resha Resmawati S4, Ira Rahmiyani5, Saeful Amin6, D. N. Z., & Taufik Hidayat8, I. A. (2024). PENYULUHAN PENCEGAHAN RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), Vol 8, 1454– 1455.
[3]
Cory, D., Leiwakabessy, B., Yulia, R., & Herawati, F. (2024). ANALISIS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN SEPSIS DI INTENSIVE CARE UNIT ( ICU ) RSI SURABAYA JEMURSARI The Analysis of Antibiotic Use for Sepsis Patient in Intensive Care Unit of RSI Jemursari Surabaya. Jurnal Kesehatan Madani Medika, 15(01), 67–76.
[4]
Farida, H., Herawati, H., Hapsari, M. M., Notoatmodjo, H., & Hardian, H. (2016). Penggunaan antibiotik secara bijak untuk mengurangi resistensi antibiotik. Studi Intervensi Di Bagian Kesehatan Anak RS Dr. Kariadi. Sari Pediatri, 10(1), 34–41.
[5]
Herleeyana Meriyani, D. A. (2021). Penggunaan dan Resistensi Antibiotik di Instalasi Rawat Intensif Rumah. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 10(3), 180-189.
[6]
Khafid Mahbub, et al. (2023). Edukasi Penggunaan Antibiotik untuk Mencegah Risiko Resistensi di Desa Bebel, Kabupaten Pekalongan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi: Pharmacare Society, 2, 83–89.
[7]
Xiao Zhang, Liming Tan, Pengwen Ouyang, Haiyan Ma, Jianqiao Peng, Ting Shi, L. (2023). Analysis of distribution and antibiotic resistance of Gram-positive bacteria isolated from a tertiary-care hospital in southern China: an 8-year retrospective study. ORIGINAL RESEARCH, 14, 2–3.
[8]
Zeinab Breijyeh, Buthaina Jubeh, R. K. (2020). Resistance of Gram-Negative Bacteria to Current Antibacterial Agents and Approaches to Resolve It.7
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Saeful Amin, Yesita Yumna Nabila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







