Pengetahuan Lansia dalam Mengatasi Kekambuhan Rematik di Desa Kampa Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Tahun 2022
DOI:
https://doi.org/10.31004/wolgitj.v2i1.62Keywords:
Pengetahuan lansia , Kekambuhan rematikAbstract
Usia lanjut (lansia) dapat dikatakan sebagai tahap akhir dari perkembangan hidup manusia. Penuaan adalah proses yang terus menerus mengalami perubahan pada manusia yang secara alamiah dan tidak mungkin akan kembali. Rematik adalah suatu bentuk kekakuan, pembengkakan, nyeri dan kemerahan pada persendian dan jaringan di sekitarnya. Kekambuhan merupakan peristiwa berulang kali yang dialami pasien, yang berulang dan seringkali tidak menyenangkan. Faktor resiko rematik adalah infeksi, pekerjaan, gangguan imunitas, kelenjar dan hormon, genetik, psikologis lingkungan,dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan lansia dalam mengatasi kekambuhan rematik di Desa Kampa Wilayah Kerja Puskesmas Kampa. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia umur 60 tahun keatas yang menderita rematik di Desa Kampa sebanyak 35 orang dengan jumlah sampel adalah 35 orang, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil dari penelitian ini sebagian besar responden yang mengalami rematik adalah perempuan sebanyak 19 orang (54,3), sebagian besar responden berpendidikan SD sebanyak 12 orang (34,3),sebagian besar responden tidak bekerja sebanyak 19 orang (54,3),tingkat pengetahuan lansia sebagian besar kurang sebanyak 15 orang (42,8).
Downloads
References
1) Agustina, R., & Raharjo, B. B. (2015). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Usia Produktif (25-54 Tahun). Unnes Journal of Public Health. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph
2) Azizah dan Hartanti, R.D. (2016) ‘Hubungan Antara Tingkat Stress Dengan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Wonopringgo Pekalongan’, Jurnal University Research Colloquium, pp. 261–278.
3) Bhelkar, S., Deshpande, S., Mankar, S., & Hiwarkar, P. (2018). Association between Stress and Hypertension among Adults More Than 30 Years: A Case-Control Study. National Journal of Community Medicine│Volume, 9(6), 430–433. www.njcmindia.org
4) Carpenter, R.G. (2012) ‘Cases on higher education spaces: Innovation, collaboration, and technology’, Cases on Higher Education Spaces: Innovation, Collaboration, and Technology, 5, pp. 1–424. Available at: https://doi.org/10.4018/978-1-4666-2673-7.
5) Dinas Kabupaten Kampar.(2021). sepuluh Penyakit Tertinggi di Dinas Kabupaten Kampar Tahun 2021.
6) Donsu, J. D. T. (2017). Psikologi Keperawatan. Pustaka Baru Press.
7) Fredy Akbar, Hamdan Nur, H. et al. (2022) ‘Pengalaman Pengasuh Dalam Merawat Lansia Dengan Penyakit Kronis’. Available at: https://doi.org/10.31605/j- healt.v2i1.
8) Handayani, 2020 (2018) ‘Metodologi penelitian’, Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., (2020), pp. 10–27.
9) Harahap, D. A., Aprilla, N., & Muliati, O. (2019). Hubungan pengetahuan penderita hipertensi tentang hipertensi dengan kepatuhan minum obat antihipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Tahun 2019. Jurnal Ners Universitas Pahlawan, 3(2), 97-102.
10) Hu, B., Liu, X., Yin, S., Fan, H., Feng, F., & Yuan, J. (2015). Effects of psychological stress on hypertension in middle-aged Chinese: A cross-sectional study. 10(6), 1–13. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0129163
11) Jadhav, S. B., Jatti, G. M., Jadhav, A. S., Sakharamrajderkar, S., Naik, J. D., & Ashoknandimath, V. (2014). Stressing “mental stress” in hypertension: A rural background study. Journal of Clinical
12) and Diagnostic Research, 8(6), 7–10. https://doi.org/10.7860/JCDR/2014/8209.450Kartini. (2016). Hubungan stres dengan kejadian hipertensi pada lansia di pulau kalimantan. http://poltekkesdenpasar.ac.id
13) Kustantaja dan Anwar, & M.S. (2013) ‘Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Pada Lansia’, Jurnal Keperawatan, 4(1), pp. 29–35. Available at: https://doi.org/10.22219/jk.v4i1.2378.
14) Lidia, R., Musaffah, & Ifa Hafifah. (2018). Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Rawat Inap Cempaka. 1–7.
15) Lu, Y., Lu, M., Dai, H., Yang, P., Smith-Gagen, J., Miao, R., Zhong, H., Chen, R., Liu, X., Huang, Z., & Yuan, H. (2015). Lifestyle and risk of hypertension: Follow-up of a young pre-hypertensive cohort. International Journal of Medical Sciences, 12(7), 605–612. https://doi.org/10.7150/ijms.12446
16) Muhammad Aris, A. (2014) ‘Analisis Struktur Kovarian Indeks Terkait Kesehatan untuk Lansia di Rumah, Berfokus pada Perasaan Subjektif tentang Kesehatan’, Lincolin Arsyad, 3(2), pp. 1–46. Available at: http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/equilibrium/article/view/1268/1127.
17) Notoatmodjo (2018) ‘3 . Desain Penelitian. Peneli’, pp. 39–53.
18) Nuzul, A., Alini, A. L. I. N. I., & Sudiarti, P. E. (2020). Hubungan nyeri artritis rheumatoid dengan tingkat kemandirian pada lansia di wilayah kerja puskesmas kampar tahun 2020. Jurnal Ners, 4(2), 90-95.
19) Octa, A.R. dan Febrina, W. (2020) ‘Implementasi Evidence Based Nursing Pada Pasien Rematik : Studi Kasus’, REAL in Nursing Journal (RNJ), 03(1), p. 01. Available at: https://ojs.fdk.ac.id/index.php/Nursing/index.
20) Olwin, N. (2013) ‘Prevalensi dan Determinan Penyakit Rematik di Indonesia Olwin Nainggolan’, Majalah Kedokteran Indonesia, 59(12), p. 7. at: https://www.academia.edu/download/56177285/kel-6-rematik.pdf.
21) Purwanza, S.W., Diah, A.W. dan Nengrum, L.S. (2022) ‘Faktor Penyebab Kekambuhan Rheumatoid Arthritis’, 1(2), pp. 61–66.
22) Indah Ningrum, R. putri et al. (2020) ‘Analisis Struktur Kovarian Indeks Terkait Kesehatan untuk Lansia di Rumah, Berfokus pada Perasaan Subjektif tentang Kesehatan’, Applied Microbiology and Biotechnology, 2507(1), pp. 1–9. Availableat:https://doi.org/10.1016/j.solener.2019.02.027%0Ahttps://www.golder.com/insights/block-caving-a-viable-alternative/%0A???
23) Ramdani, H. T., Rilla, E. V., & Yuningsih, W. (2017). Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Hipertensi Pada Penderita Hipertensi. Jurnal Keperawatan ’Aisyiyah, 4(1), 37–45.
24) Rindayati, R., Nasir, A. dan Astriani, Y. (2020) ‘Gambaran Kejadian dan Tingkat Kecemasan pada Lanjut Usia’, Jurnal Kesehatan Vokasional, 5(2), p. 95. Available at: https://doi.org/10.22146/jkesvo.53948.
25) Safitri, Y. (2024). Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. A Khususnya Ny. H Dengan Pemberian Kompres Rendaman Jahe Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Reumathoid Arthritis di Desa Simpang Kubu Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Air Tiris. SEHAT: Jurnal Kesehatan Terpadu, 3(1), 126-133.
26) Silaban, N.Y. (2016) ‘Gambaran Pengetahuan Penderita Rematik tentang Perawatan Nyeri Sendi di Dusun I Desa Sunggal Kanan Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015’, Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA, 2(1), pp. 46–55.
27) Taurus Teofaldus (2021) ‘Hubungan Antara Pengetahuan Lansia Dan Peran Keluarga’.
28) Tim Bumi Medika. (2017). Berdamai dengan hipertensi (Y. N. I. Sari (ed.); Cetakan Pe).
29) Yolanda dan Febriyanti (2021) ‘Pengaruh Pemberian Kolang Kaling Terhadap Penurunan Skala Nyeri Rematik Pada Lansia’, Jurnal Menara Medika, 3(2), pp. 135–142. Available at: https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/menaramedika/index.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Lisa Artanti, Dewi Anggriani Harahap, Yenny Safitri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







