Penerapan Edukasi Perkembangan Motorik Kasar untuk Ny D yang Mempunyai Anak Usia 4-6 Tahun di Ruangan Poli Anak
DOI:
https://doi.org/10.31004/wolgitj.v2i1.66Keywords:
Edukasi , Ibu , Motorik kasarAbstract
Edukasi merupakan proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi diri atau kualitas dari pola pikir dan pengetahuan dari suatu individu atau kelompok. Ibu adalah sebutan umum kepada seorang wanita atau perempuan yang sudah menikah dan mempunyai anak. Motorik kasar merupakan gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri (Oramas, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan edukasi perkembangan motorik kasar untuk ibu yang mempunyai anak usia dini 4-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan studi kasus pretest dan posttest. Hasil penelitian diketahui sebelum dilakukan penerapan edukasi responden memiliki pengetahuan rendah dan setelah dilakukan meningkat tinggi, responden hanya bisa menjawab 1 pertanyaan dan mendapat skor 20 di pretest, dan bisa menjawab 4 soal mendapat skor 80 di posttest. Kesimpulan penelitian ini yaitu edukasi perkembangan motorik kasar untuk ibu yang mempunyai anak usia dini 4-5 tahun untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan edukasi perkembangan motorik kasar untuk ibu yang mempunyai anak usia dini 4-6 tahun untuk meningkatkan pengetahuan ibu.
Downloads
References
Amira, D. (2022). Arti Edukasi: Pengertian Secara Umum Hingga Menurut Para Ahli, Beserta Jenis dan Manfaatnya. https://plus.kapanlagi.com/arti-edukasi-pengertian-secara-umum-menurut-para-ahli-jenis-dan-manfaatnya-98dcca.html
Gade, F. (2017). Ibu Sebagai Madrasah Dalam Pendidikan Anak. Jurnal Ilmiah Didaktika, 1(31), 3–40. https://doi.org/10.22373/jid.v13i1.462
Kumalasari, D., & Wai, D. S. (2019). Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Anak dengan Perkembangan Motorik Kasar dan Halus pada Anak Usia 4–5 Tahun. Holistik Jurnal Kesehatan, 12(4), 253–264. https://doi.org/10.33024/hjk.v12i4.648
Oramas, C. V., Keluarga, I. D., & Oramas, C. V. (2016). BMC Public Health, 5(1), 1–8.
Sutrisno, A. (2021). Pentingnya pendidikan anak di usia dini 1. Jurnal UMI, 1–4.
Baan, A. B., Rejeki, H. S., & Nurhayati. (2020). Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini. Jurnal Bimqampuri, 6(0), 14–21.
Sari, R. (2020). Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Pendidikan Ibu Tentang Stimulasi Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 3–5 Tahun di Puskesmas Lamasi. Jurnal Kesehatan Luwu Raya, 6(2), 17–25.
Ii, B. A. B. (2017). Jurnal Peran Perkembangan Motorik Pada Anak Usia Dini (FTK UNY Yogyakarta) diakses pada 15 mei 2017. Jurnal Peran Perkembangan Motorik Pada Anak Usia Dini, 13–41.
M. Sesarie. (2020). Pengaruh Bermain Lempar dan Tangkap Bola Terhadap Koordinasi Mata dan Tangan Anak Kelompok B di TK Dharma Wanita Gemolong Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung. Bab I Kajian Pustaka 2.1, 2004, 6–25.
Baan, A. B., Rejeki, H. S., & Nurhayati. (2020). Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini. Jurnal Bimqampuri, 6(0), 14–21.
Sujarwo, & Widi, C. P. (2015). Kemampuan Motorik Kasar dan Halus Anak Usia 4–6 Tahun. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 11(2), 96–100. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpji/article/view/8185/6856
PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia:Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Revany Nur Ramadhani, Putri Eka Sudiarti, Erma Kasumayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







