Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas pada Siswa\I di SMAN 1 Bangkinang Kota
DOI:
https://doi.org/10.31004/wolgitj.v2i1.57Keywords:
Obesitas, Pola Makan, Pola Tidur, Aktivitas FisikAbstract
Obesitas pada remaja penting untuk diperhatikan karena remaja yang mengalami obesitas 80% berpeluang untuk mengalami obesitas pada saat dewasa. Remaja yang mengalami obesitas sepanjang hidupnya berisiko lebih tinggi untuk menderita penyakit jantung, stroke, diabetes, asma, hipertensi dan penyakit tidak menular lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada siswa/i di SMAN 1 Bangkinang Kota. Metode penelitian yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 790 responden dengan sampel sebanyak 265 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Startified random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner, menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pola makan didapatkan nilai P-value 0,002 (p<0,05), maka terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pola makan dengan kejadian obesitas pada siswa/i SMAN 1 Bangkinang Kota. Selanjutnya pada pola tidur didapatkan nilai P-value 0,378 (p>0,05), artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan kejadian obesitas pada siswa/i SMAN 1 Bangkinang Kota. Selain itu pada aktivitas fisik diperoleh nilai P-value 0,000 (p<0,05), menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada siswa/i SMAN 1 Bangkinang Kota. Pelayanan kesehatan diharapkan meningkatkan pengetahuan terkait obesitas pada siswa/i, serta peneliti selanjutnya dianjurkan untuk meneliti faktor risiko lain guna mengembangkan penelitian lebih lanjut.
Downloads
References
Anam, M. (2022). Hubungan pola tidur dengan kejadian obesitas pada remaja
Ayu, Prismashanti, & Sidiartha. (2018). Protein Dan Lemak Dengan Angka Kecukupan Gizi Pada Anak Obesitas. Medicina.
Hartini, T., Lestari, P., & Ardianti, A. (2022). Hubungan pola konsumsi makanan dengan kejadian obesitas pada remaja. Jurnal Kesehatan, 10(2), 123–132.
Magdalena. (2021). Studi Tingkat Konsumsi Energi, Karbohidrat, Protein Dan Lemak Pada Anak Obesitas Umur 2 – 12 Tahun Di Kota Banjarmasin.
Mokolensang, & Manampiring. (2016). Hubungan Pola Makan Dan Obesitas Pada Remaja Di Kota Bitung. Jurnal E Biomedik.
Muktiharti, susi, Purwanto, Purnomo, I., & Saleh, R. (2015). Faktor resiko obesitas pada remaja SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 3 di Pekalongan.
Myorisina, S., & Rokhanawati, D. (201). Hubungan pola makan dengan obesitas pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta tahun 2017. STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Novziransyah, N., & Daulay, M. S. (2018). Hubungan waktu tidur dengan kelebihan berat badan pada mahasiswa dan staf pengajar FK UISU. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik, 6(1).
Praditasari, A. A., & Sumarmi, S. (2018). Hubungan aktivitas fisik dan asupan energi dengan status gizi remaja putri. Amerta Nutrition, 2(4), 355–362. https://doi.org/10.20473/amnt.v2i4.2018.355-362
Sugiatmi, Rayhana, & Suryaalmsah. (2019). Peningkatan Pengetahuan Tentang Kegemukan Dan Obesitas Pada Pengasuh Pondok Pesantren Igbs Darul Marhamah Desa Jatisari Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor Jawa Barat. Pengabdi Masyarakat.
Wiley, P. T., Poirier P, & Burke LE. (2021). Obesity and Cardiovascular Disease A Scientific Statement From the American Heart Association.
Word Health Organization. (2022). Obesitas.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rahmad Defry, Muhammad Nurman, Afiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







